Pahlawan bencana
“Para relawan harusnya memiliki
keahlian bencana, cepat, tanggap serta memiliki kemampuan koordinasi
yang baik. “Harus lebih cepat lebih baik,” ujarnya. – Jusuf Kalla, Tempo interaktif
Disaat pemerintah Indonesia sepertinya bingung untuk menetapkan gelar pahlawan untuk beberapa tokoh, hati kecil saya sudah langsung mantap bahwa relawan bencana lebih berhak menerima gelar tersebut.
Jika mungkin pemerintah secara ajaib (karena
bisa sejalan dengan hati saya) menunjuk para relawan sebagai pahlawan,
inilah mungkin kado penyejuk dan penyemangat bagi para relawan yang
dengan segala daya, tanpa lelah, bahkan kadang hanya dibekali semangat
ingin menolong saja tanpa keahlian apapun seperti dikritisi oleh ketua
PMI Jusuf Kalla.
Relawan di Merapi Interaktif (tempointeraktif.com)
Wasior, Mentawai, & gunung Merapi Jogja saat ini menjadi saksi
ketangguhan mereka. Bahkan letusan gunung Merapi Jogja menjadi kisah nostalgia antara Jumirah dengan Sigit Agung Maryanus, seorang relawan yang pernah menolong Jumirah, 16 tahun lalu.
Para relawan ini adalah manusia sederhana, segera jalan ke lokasi musibah tanpa perlu komando BNPB.
Mereka mewakili kami yang saat ini mungkin sedang berdoa, menatap cemas
berita di televisi dan internet, atau menyumbangkan hartanya untuk
saudara kami yang menjadi korban. Wakil sesungguhnya rakyat, bukan
pengkhianat rakyat yang gemar berwisata ketika musibah melanda dan hanya
berkata “siapa suruh tinggal di pulau”.
Buat saya sudah jelas, relawan bencana adalah pahlawan saya, wakil rakyat sesungguhnya di masa bencana.
Semoga Indonesia tetap bersatu dan donasi, doa, apapun bentuk simpati kita menjadi perekatnya.
Comments
Post a Comment