Siapa aku?

Sore itu tampak begitu mempesona, cahaya matahari yang kuning keemasan seolah menyepuh atap-atap rumah,gedung, dan kendaraan yang lalu lalang dijalan. Semburan cahaya kuning yang terpantul dari riak gelombang dipantai menciptakan aura katenangan untuk siapa saja yang sedang risau hatinya.

                Diatas pasir putih, bocah-bocah kecil sibuk hilir mudik berkejar-kejaran dengan riangnya, pasir-pasir putih tampak seumpama butiran-butiran emas yang lembut berkilauan diterpa sinar matahari senja.

                aku duduk terpaku melihat panorama di sekitarku, nuansa ini cukup menentramkan jiwaku yang sedang gundah. aku hanya risau karena pesan menyakitkan yang mampu menyihir ku sekejap saja, membuat aku sesak nafas ketika untaian demi untaian huruf itu ku baca perlahan, Hingga sore itu aku masih merasa kalut ketika aku ulang kembali membaca pesan itu.

                Inilah aku sebenarnya…..


aku tak menuntut banyak dalam kehidupanku, Kehidupan yang sering kulalui dengan senyuman dan tak jarang menyisakan air di pelupuk mataku. Kamu, hanya sebagian kisah yang aku lalui dalam hidupku, nyaris kau sangat berarti dalam hidupku, tetapi itu luluh lantang seperti fatamorgana ketika kau menikamku dengan kata-kata pesan yang kau sendiripun sadar membuatnya.

aku tak pernah mempedulikan apapun perkataanmu tentangku itu adalah hakmu. Tetapi, jiwaku rapuh ketika kata itu terlontar menyangkut kehidupan keluargaku, Engkau hanya sepengal mengenalku bisanya kau beranggapan begitu tentangku. Jika kau berfikir akulah sosok perempuan yang menikam semuanya. Engkau SALAH…! aku tak pernah berbicara sepicik itu tentang kehidupan orang lain. tapi, itu terserah. anggapanmu tetap anggapanmu, biarlah waktu yang memukau semuanya tanpa sisa.. Hingga suatu saat semua itu terbaca jelas, aku hanya ingin kau tak menyesal mengucapkan kata-kata manis penghinaan itu tentang keluargaku dan tentang siapa aku… karena didalam relung hatiku ini entah amarah atau emosi aku tak memunafikkan bahwa sesungguhnya aku sangat membenci kata-kata manis itu dan hingga sampai kapan aku tak bisa menghapuskan itu semua, dan aku tak bisa MEMAAFKAN itu..

aku terlahir dari keluarga yang teramat bahagia, Papa sosok yang paling aku hormati dan membuat aku tak berdaya jika ia marah tanpa mengeluarkan kata-kata hanya sorot mata tajam yang selalu membuatku berlari diwaktu kecil, mama adalah perempuan tertangguh didalam hidupku, saudara perempuanku adalah perempuan feminim bagai boneka lucu diwaktu kecil sedangkan aku seperti bocah laki-laki rambutku dipangkas layaknya laki-laki, hobbyku bukanlah bermain boneka atau ikut bersama mama belanja seperti ayukku. Aku lebih senang bermain walau sendirian di lingkungan rumahku karena aku tak pernah keluar dari pagar rumah, semua tempat bermain dan fasilitas aku dapatkan semuanya di istanaku itu, tiap hari minggu papa selalu bersamaku bermain layang-layang ketika layang-layang itu sudah terbang tinggi akulah yang memainkannya. Indahnya waktu kecil jika aku menguntai kembali kisahku.

Tahukah kamu sobat! yang paling aku tunggu ketika pulang dari Taman kanak-kanak adalah Papaku atau yai ku. yai panggilan untuk kakekku tercinta yang saat ini sudah tenang dialamnya. walaupun biasanya mama lah yang sering menjemputku. kenapa aku selalu suka jika papa atau yai yang menjemputku … karena aku adalah bocah yang suka berkelahi dengan teman laki-laki sebayaku. hanya papa dan yai yang tidak memarahiku ketika aku diberi laporan oleh guru TK ku bahwa aku hari itu berkelahi lagi bahkan menjadi suatu agenda rutin untuk membelikanku es cream sepulang sekolah, sedangkan mama jangankan mendapatkan es cream aku selalu diomelin jika ketahuan berkelahi lagi, sampai-sampai mama pernah bilang “kalau adek 3x sehari yang namanya berkelahi, bisa demam kalau sehari tanpa ribut dengan teman-temannya”itulah kata-kata mama jika kami liburan berkunjung ketempat nenekku di lubuklinggau.

setiap sore aku dan ayukku selalu rutin mandi sebelum jam 4 karena setiap jam 4 sore yai pasti mengajak kami jalan-jalan ke taman ria dengan mobil hartop kesayangannya. aku sering tertawa jika melihat gambarku waktu kecil, aku sering memakai baju kodok dengan rambut pendek bertutupkan helm kerja yang sering dipakai papa manda dipengeboran minyak yang ukurannya kebesaran untukku tak lupa kacamata hitam bertengger di mataku dengan senyum tanpa beban dan kedua tangan dipinggang aku didalam foto itu.

aku paling suka jika mama menbuatkanku kue nanas, itulah makanan favoritku diwaktu kecil. aku adalah cucu kesayangan yai, setiap hari aku selalu diajak yai untuk bertemu dengan teman-temannya yang sering aku panggil dengan sebutan akas.

Indah jika aku menginggat masa itu sobat. Hanya saja masa itu harus terrenggut ketika mama sakit, perlahan tapi pasti penyakit mama menjalar keseluruh tubuhnya. kami tak pernah tau apa sebenarnya penyakit yang diderita oleh mama. hingga mama terbaring koma hingga berbulan-bulan dirumah sakit barulah kami tahu kalau mama menderita kanker otak stadium lanjut. aku masih kecil ketika itu aku tak tahu betapa ganasnya penyakit itu hanya saja yang aku tau mama sedang sakit parah karena papa sering mengeluarkan air dipelupuk matanya dan tiba-tiba sering merangkul dan memelukku erat-erat saat itu.

mama bertahan dengan alat-alat medis di sekujur tubuhnya. tahukah kamu sobat betapa beratnya melihat wanita yang paling engkau sayang dan wanita tertangguh dihidupmu yang sering mencubitmu dan memarahimu dalam sekejap terbaring lemah tak berdaya, hanya gerakkan alat deteksi jantung yang menguatkan bahwa masih ada nyawa  diraganya, tangan dan kakinya berisikan infuse, selang oksigen dan selang makanan terpatri dihidungnya. Mama tidak bisa menelan lagi,hanya cairan putih seperti susu yang sering dimasukkan dokter untuk asupan makanannya melalui hidungnya,dan masih banyak lagi alat-alat medis yang membantu kehidupan mama saat itu, aku bolak-balik Palembang prabumulih setiap hari untuk bertemu mama, yai yang sering marah jika aku membandel  seolah luluh hatinya dan tak kuasa membendung air matanya ketika melihatku. bahkan disaat itu sobat, aku tak pernah mengerti tentang apa yang terjadi. yang aku tahu mamaku sedang tertidur bukanlah sakit, tapi aku tak tahu kenapa papa,yai, akas, bahkan semuanya sering mengeluarkan air mata jika melihat mama atau melihatku waktu itu. guru-guruku disekolah dasar memberikanku perhatian yang teramat baik padaku, guruku adalah teman-teman mama yang sering main kerumahku untuk meminta mangga ataupun arisan. hingga disaat ayukku baru selesai menjalankan ujian nasionalnya di waktu smp dan aku masih berada di kelas IV SD, mama pergi menghadap sang pencipta. selamat jalan malaikatku… engkau sosok yang teramat aku cinta.

berselimut duka untuk keluargaku ketika mama pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. kami berusaha tegar menghadapi cobaan itu. ayukku semenjak kepergian mama menjadi perempuan yang tertutup luar biasa, sedangkan papa masih kalut memikirkan jalan kedepannya untuk anak-anaknya, menjadi orang tua tunggal untuk aku dan ayukku, sedangkan papa memiliki kesibukkan pekerjaan. dan aku, sibuk dengan duniaku sendiri… kami masih baik-baik saja sobat.
hingga tahun berselang papa memutuskan untuk menikah lagi, seperti anak lainnya sobat aku dan ayukku tak pernah menginginkan itu. Tapi,apalah daya sobat, papaku butuh pendamping untuk hidupnya. ia tak mungkin terus sendiri.

SALAHKAH AKU JIKA AKU PUNYA IBU TIRI……..???

pikiran itulah yang sering terngiang-ngiang di pikiranku jika aku membuka pesan manis dari seseorang yang pernah ku cinta tetapi dia menghinaku dengan kata-kata menyakitkan itu…. aku tahu aku tidak tinggal bersama orang tuaku seperti keluarga yang lainnya….. Tahukah kamu sobat, sejujurnya didalam hati ini sering iri jika aku melihat ibu-ibu begitu perhatiannya dengan anaknya yang masih balita…  

anak mana sobat yang menginginkan ditinggal meninggal oleh mamanya, anak mana sobat yang menginginkan kehadiran ibu tiri…. Tapi, aku tahu kondisiku berbeda. papa butuh penyemangat untuk meneruskan hidupnya dan aku sebagai anak tidak boleh egois dengan perasaanku.

papa memang telah menikah lagi, aku dan ayukku memutuskan untuk tetap bertahan dirumah masa kecil kami walaupun hanya berdua saja, sedangkan papa berbeda rumah dengan kami. nikmat mana yang harus aku dustai ketika papa bisa bertindak adil untuk kami, ia mengerti perasaan kami yang belum siap akan keadaan dan tetap menfasilitasi kami dengan hidup yang sangat berkecukupan.   sobat, 2 tahun setelah berselang kematian mama, lagi-lagi aku menghadapi posisi terberat dalam hidupku ketika yai pergi selama-lamanya menghadap sang illahi tanpa ada tanda-tanda ataupun sakit sedikitpun .
seorang kakek terhebat dihidupku yang amat berjasa membantu papa mengurus pendidikanku untuk sekolah menengah pertama, ia menginginkanku masuk kesekolah negeri tetapi aku menolak, aku dimasukkan yai di sekolah yayasan Pertamina. yah, SMP YKPP (sekolah menengah pertama yayasan kesejatraan pegawai pertamina) disana hanya orang-orang tertentu yang dapat menginyam pendidikan di yayasan swasta yang paling bunafitt dikotaku termasuklah aku sebagai salah satu siswi disana. yai memberikanku yang terbaik, cucu kesayangan yang selalu diajaknya kemana-mana, selalu diberinya apa yang aku minta, fasilitas demi fasilitas aku dapatkan dari yai, dan ketika yai meninggalkan ku, aku teramat bersedih karena pada saat itu aku telah mengerti bagaimana rasa kehilangan.

kami tetap menjalankan hidup dengan penuh rasa syukur, nikmat mana yang harus aku dustai lagi dengan pemberian yang maha kuasa, aku mendapatkan segala yang aku mau, papa tetap menyayangi aku dan ayukku walaupun ia sebagai orangtua tunggal untuk keluarga kecilku.

hingga saat ayukku tamat sekolah formalnya, aku tak bisa bertahan dikota itu lagi. keluarga papaku dan mamaku menginginkan kami seutuhnya. salahkah aku sobat jika pada saat itu aku memutuskan untuk pergi sejenak dalam kegundahanku, merasakan hidup yang sebenarnya, menginginkan jadi perempuan mandiri dan pandai memasak seperti mamaku dulu, karena sampai saat smp aku tak bisa memasak apapun kecuali mie instant.. mungkin karena papa tidak pernah menuntut apapun dari anak-anaknya dan selalu memberikan kebutuhan dan apapun yang kami inginkan. dari kecil hingga aku smp aku berada dalam lingkungan keluarga papaku, salahkah aku sobat jika aku ikut sejenak dengan keluarga mamaku.. bersama seorang nenek yang amat merasakan kehilangan semenjak kepergian mamaku, dan papa pun pada saat itu khawatir dengan lingkungan pergaulanku jika aku tinggal di rumah sendiri sedangkan ayukku akan pindah untuk meneruskan pendidikannya.
mungkin dilemma sobat jika harus terpisah dengan keluarga…

TAPI SALAHKAH AKU DENGAN KEPUTUSANKU TADI SOBAT….?????

selama disana aku banyak diajarkan arti hidup sebenarnaya, selama ini aku hidup dalam buaian mimpi yang segala sesuatu dapat aku dapatkan dengan materi, aku bisa memasak mulai saat itu, dan tak dipungkiri sobat dahulu aku orang yang ego dan sombong tetapi disitulah aku diajarkan apa yang harus aku somboongkan dalam hidupku… Fasilitas itu adalah milik orang tuaku.. 

mulai saat itu aku tak pernah menceritakan kehidupanku kepada siapapun,karena aku menginginkan ketulusan, bukan seperti aku smp aku mendapatkan teman-teman yang banyak memandang dari materi semata. tidak dipungkiri bahwa lingkungan sekolah smpku adalah wadah dimana semuanya mendapatkan materi yang amat berkecukupan,tetapi lingkungannya saling memanfaatkan dalam berteman,termasuk aku yang pada saat itu sangat memilih teman sungguh ego diriku dahulu, dan karena kenapa aku menghindari anggapan priyai atau pinggiran, kaya atau miskin, semua bagiku sama.. aku tak ingin dibutakan oleh fasilitas apapun dari papaku….

semenjak itu aku tak ingin di lingkungan ku yang baru itu aku dikenal karena embel-embel apapun, karena aku telah mendapatkan apa yang tulus dalam hidupku, biarlah mereka mengenal aku apa adanya… mengenal aku sebagai YOSI NORALITA yang ada di mata mereka…

DAN SALAH BESAR JIKA DIA BILANG AKU TERLUNTA-LUNTA DALAM HIDUP KARENA IBU TIRI….!!!!!

ketika aku ingin melanjutkan perguruan tinggi banyak yang mennanyyakan baik dari keluarga papa yang banyak menginginkanku kembali pada mereka, terkadang mereka membawa silsilah keluarga jika perang argument denganku, aku tahu  merekalah yang mempunyai andil besar terhadapku yang berhak atas diriku, aku tahu merekalah yang berhak menjadi waliku. tapi, aku selalu bilang aku sudah 17 tahun aku berhak menentukan jalan hidupku dan aku memilih Bengkulu karena aku ingin berkumpul dengan ayuk ku…..

APAKAH SALAH KEPUTUSANKU ITU SOBAT….!!!!!

sebagai seseorang yang sering terpisah aku menginginkan mengulang kembali memory indahku bersama saudaraku, dialah sosok pengganti mama untukku…. ketika itu aku lontarkan mereka menerima keputusanku…. dan aku bisa tersenyum ketika keluarga papa ataupun keluarga mama menyerahkan semuanya hidupku ditanganku….
terimakasih yaa allah atas anugrah terindah didalam hidupku, pelajaran yang aku dapatkan… karena tak semua orang mendapatkan ujian seperti ku… dan aku yakin aku sosok yang kuat…

Pesan untuk seseorang: Aku tahu, anda hidup dalam keluarga yang utuh, punya papa, punya mama dan 2 adik laki-laki yang teramat baik dan lucu. aku tahu engkau tahu sebagian kecil dari hidupku, aku tahu engkau dahulu adalah sosok orang terpenting dalam perjalanan cintaku, terimakasih engkau telah memberikanku kesempatan berbagi keluarga, membuatku merasakan punya sosok adik laki-laki yang amat aku idam-idamkan.  Tapi.. itu bukanlah hal yang dapat membuatmu membandingkan kita…!!

AKU TAHU aku menjalani HIDUP TANPA SEORANG MAMA KANDUNG YANG AMAT AKU CINTA SEPERTI ANDA…….

AKU TAHU aku mempunyai SOSOK IBU TIRI…..

TAPI, JIKA ANDA BERKATA aku dari keluarga yang acak-acakkan… “ANDA SALAH BESAR”

aku sangat bahagia dengan keluargaku dan ujian tuhan kepadaku…

PAPAKU TAK PERNAH MEMBIARKANKU TERLUNTA-LUNTA dalam hidupku APALAGI KARENA SOSOK IBU TIRI…

AKU PERNAH BERPIKIR BAHWA ANDA MENGERTI TENTANGKU, anda sudah tahu…. ternyata “AKU SALAH BESAR”

hidup ini sebuah ILUSI,REALITA dan FATAMORGANA bagiku….

semua impian akan dihadapkan dengan kenyataan dan akan membentuk sebuah fatamorgana….
seperti saat ini, aku dulu mencintamu setulus hatiku, membiarkanmu masuk begitu dalam. tetapi sekarang aku dihadapkan sebuah kenyataan ketika pesan singkat itu menghujam, aku mempersilakkanmu mendeskripsikan aku dengan kata-katamu, bahkan dengan kata-kata KOTORMU, bukan aku tak pernah tahu kata-kata kotor itu, tapi, terserah kamu….. hanya yang menyakitkan kau mengeluarkan kata-kata itu untuk keluargaku yang telah menghidupiku tanpa meminta balas budi dariku, terlalu sakit untuk diingat pesan singkat darimu itu… dan sekarang menjadi sebuah fatamorgana… Dulu berbeda dengan sekarang…..

ampuni aku tuhan, karena sejujurnya  sampai detik ini Dan entah sampai kapan…. AKU TAK BISA MEMAAFKAN itu semua…

hanya engkau yang tahu apa yang terjadi dan siapa aku sebenarnya…… terimakasih yaa allah, kau menguatkanku dengan cobaan ini….
terimakasih untuk keluargaku, terutama papaku yang telah berjuang dan berkorban banyak untuk keluarga kecilnya…. I love u so much my father… aku sangat mencintaimu hidup dan matiku….
terimakasih mama tetaplah bersinar dihati ini…. terimakasih ayukku yang telah menguatkanku … terimakasih teman-teman yang telah memotivasiku, terimakasih untuk ibu tiriku yang telah menyemangati dan mendampingi papaku, dan juga akas yang selalu ada untukku…..

siapa aku sebenarnya!!!!! 


From : facebook YOSI NORALITA

Comments

Popular posts from this blog

INGAT DAKU

hanya kamu

Maafkan sayang