Serpihan rindu
waktu kain berlalu
tak henti ku langkah kakiku
bergulat melawan rasa rindu
mencoba bertahan walau pilu
tak seperti kebanyakan orang perasaan
yang ku rasakan sekarang
tiada tempat tuk mencurahkan segala bimbang
tiada gambar yang dapat ku pandang
ketika kerinduan kian meradang tiada suara yang mau berdendang
kala hati ini mulia tak riang hanya berbekal sebuah janji
yang sampai detik inimasih ku yakini
esok dan lusa jika engkau datang kembali
perasaan ini tak akan pernah beralih
memang ini terasa naif sekali
ku bertahan di antara bara api
yang setiap saatmungkain membakar diri ini
namu hati ini tak bisa di bohongin
sungguh tak dapat ku pukiri
engkau telah singgah dari hati ini
berikan sebuah rasayang tak pernah lg ku dapati
rasa indah yang ku dambakan sekali meski sampai kinibelum dapat ku mengerti
tak henti ku langkah kakiku
bergulat melawan rasa rindu
mencoba bertahan walau pilu
tak seperti kebanyakan orang perasaan
yang ku rasakan sekarang
tiada tempat tuk mencurahkan segala bimbang
tiada gambar yang dapat ku pandang
ketika kerinduan kian meradang tiada suara yang mau berdendang
kala hati ini mulia tak riang hanya berbekal sebuah janji
yang sampai detik inimasih ku yakini
esok dan lusa jika engkau datang kembali
perasaan ini tak akan pernah beralih
memang ini terasa naif sekali
ku bertahan di antara bara api
yang setiap saatmungkain membakar diri ini
namu hati ini tak bisa di bohongin
sungguh tak dapat ku pukiri
engkau telah singgah dari hati ini
berikan sebuah rasayang tak pernah lg ku dapati
rasa indah yang ku dambakan sekali meski sampai kinibelum dapat ku mengerti
hariz riandi
to
orang yang ku rindu
26-01-2010
to
orang yang ku rindu
26-01-2010

Comments
Post a Comment